Haifani Yusuf

UAD // FTI // Teknik Informatika // Islam // Yogyakarta // kepriadian : -suka berorganisasi-olahraga-belajar-sepakbola-makan-minum-basket-bulutangkis-renang-karate-bersepeda-jogging-lari*

Rabu, 02 Oktober 2013

Android 4.4 KitKat versi terbaru setelah Jelly Bean

Google Resmi Umumkan Versi Terbaru Android 4.4 KitKatRabu, 04 September 2013 • 9:06
Google baru saja mengumumkan versi terbaru dari OS Android Jelly Bean 4.3, yakni Android 4.4 yang diberinama kitkat. Berita ini sekaligus mematahkan semua rumor mengatakan bahwa Google akan langsung mengupdate OS Androidnya langsung ke versi Android 5.0 atau yang disebut sebagai Key Lime Pie.
Sundar Pichai, kepala Android dan Chrome bahkan telah mengkonfirmasi skema penamaan versi Android berikutnya ini. Disebutkan Android 4.4 KitKat dinamakan melalui sebuah coklat candybar yang sebelumnya dipopulerkan oleh Neslte, yang merek dagang dan dilisensikan oleh Hershey di AS.
"ini adalah tujuan kami dengan Android KitKat untuk menyediakan pengalaman Android yang menakjubkan untuk semua orang", demikian dikatakan melalui situs android.com.
Untuk sekedar mengingat, berikut urutan nama versi Android:
Android 1.5: Cupcake
Android 1.6: Donut
Android 2.0: Eclair
Android 2.2: Froyo
Android 2.3: Gingerbread
Android 3.0: Honeycomb
Android 4.0: Ice Cream Sandwich
Android 4.1: Jelly Bean
Android 4.2: Jelly Bean
Android 4.3: Jelly Bean
Android 4.4: KitKat


Kamis, 13 Juni 2013


Upcoming: Waldbühne 2013 – Freude schöner Götterfunken

For more than 20 years EuroArts has produced the annual summer concert of the Berliner Philharmoniker at one of the most appealing European outdoor amphitheatres - the Waldbühne in Berlin.

The “Violin Concerto in E minor”, which was written by Felix Mendelssohn in 1843-1844, opens the concert. With a formal structure that breaks with the conventions of the classical concerto, this masterpiece is interpreted by talented violinist Christian Tetzlaff, who gave his philharmonic debut in 1995.

Following Christian Tetzlaff's performance, the Berliner Philharmoniker give a rendition of Beethoven’s “Ninth Symphony”, under the baton of their music director Sir Simon Rattle. The famous final movement, "Ode to Joy", named after Friedrich von Schiller's poem, is sung by the Rundfunkchor Berlin and the renowned soloists Camilla Tilling, Nathalie Stutzmann, Joseph Kaiser and Dimitry Ivashchenko.

Waldbühne 2013 – Freude schöner Götterfunken
LIVE TRANSMISSION on June 22, 2013 – 8:15 pm CET

Berliner Philharmoniker
Sir Simon Rattle, conductor
Christian Tetzlaff, violin
Camilla Tilling, soprano • Nathalie Stutzmann, contralto
Joseph Kaiser, tenor • Dimitry Ivashchenko, bass
Rundfunkchor Berlin • Simon Halsey, chorus master

Felix Mendelssohn Bartholdy: Violin Concerto in E minor
Ludwig van Beethoven Symphony: No. 9 in D minor with Final Chorus “Ode to Joy”

HD • Length: approx. 100’
Produced by EuroArts Music in co-production with RBB, NHK, SMG

“Freude schöner Götterfunken” is available for TV Distribution, the programme will be released on DVD and Blu-ray Disc in Spring 2014.

More concerts from the Waldbühne available for >> TV Distribution
More concerts from the Waldbühne on >> DVD & Blu-ray Disc

Selasa, 21 Mei 2013

REFLEKSI PERTEMUAN KETUJU

Assalamu' alikum


Tidak terasa kini telah memasuki minggu ke-7 alpro.di pagi yang cerah ini aku berangkat dengan penuh semangat horee ^-^.
hari kami ada kuis alpro. langsung aja yaa???
Seperti biasa perkuliahan di buka dengan salam dari pak wahyu,kami di berikan waktu untuk belajar sejenak dan mempersiapkan barang2 yang di butuh kan. tettt pada saat yang di tentukan kami mulai mengerjakan kuis.beberapa menut kemudian hmmm aku agag bingung...teruusss semangat.
seiring berjalannya waktu tettt...ahhhh sayangnya habis waktuku..maaf saya tidak bisa melanjutkannya... saya telat aduhhhh...kasihan bener saya,. oke saya akan lebih semangat lagii ^_^.
selanjutnya kami membahas materi tentang array dan melengkapi materi2 yang lalu dan sampai kuliah berakhir dan di tutup dengan salam kembali dari pak wahyu .

REFLEKSI PERTEMUAN KEENAM

Assalamu' alaikum

Hari ini pertemuan ke 6 Alpro.

Seperti biasa perkuliahan di buka dengan salam dan senyum manis dari pak wahyu hehe.
di minggu ini perkuliahan ya bisa2 saja mahiswa memulai perkuliahn deangan mengerjakan tugas2 yang ada di modul dan diktat. suasana perkuliahan yang sepi sangat heerrrrrr...

Hingga akhir perkuliahan ya tetap sama saja huhhhh,..ya begitulah..
tetapi tetap semangat  oke,. semoga besok lebih baik dengan tantangan kuis .

wassalam ^_^

REFLEKSI PERTEMUAN KELIMA

Assalamu' alaikum

Alhamdulilah ya kita dapat bertemu kembali.
Hari-hari tk bisa berhenti lagi lagi bertemu bengan hari jum'at haha, tapi gag pa2 ah asyik juga dengan hari ini.
Hari yang cerah tapi ya begitulah keadaan nya ???
 Tapi keadaan nya sedikit mengantuk karena semalaman kami belajar untuk manakhlukkan kuis hari ini.
Seperti byasa pak wahyu membuka perkuliahan dengan salam dan menandatangani absen nilai bonus bagi kami yang berangkat pagi .

sesudah itu pak wahyu bertanya kepada para mahasiswa : sudahkah ada yang membaca refleksi minggu ini??? para mahasiswa pun terdiam hmmmm hmmm ada apa???

ternyata tidak ada mahasiswapun yang menjawab pertanyaan pak dosen??
beberapa menitpun berlalu..... tetap saja pera mahasiswa tak ada yang menjawab???
Aku menolehkan kepalaku ke teman samping saya , heee kmu udah baca refleksinya" hmmm udaa"??? "bisik nya" tapi yang lain pada  enggak jawab jadi aku juga ikut diem.

Beberapa saat kemudiam pak wahyu menutup perkuliahn ini dengan salam, lo lo lo looo kanpa????
kami pun kaget katanya "ya udah kalau ga ada yang mau belajar ya saya tutup saja"

hahhh... kami pun bingung gmna ini???
kami berdiskusi dengan satu kelas untuk meminta maaf dan kami pun mendatanginya  dan memohon maaf.
ya sudahh...!!!

Hari ini melelahkan sekali heh tapi ttap semangat hingga malem harinya

REFLEKSI PERTEMUAN KEEMPAT

Hari ni pertemuan ke 4 Algoritma pemrograman..hehhhhh, sebenernya tidak enak juga kalau hari libur itu di gunakn untuk kuliah,, hehe tapi mau gmna lagi. yachhh....!!!!
Pada perkuliahan Alpro hari ini kami belajar di lab jaringan huuuurrrr dingin nya ber ACE sangat , sampai2 badan ku menggigil.
Perkuliahan ya di buka seperti biasa dengan salam mnis dari pak wahyu hehe.
dalam perkuliahan ini kamu mandapat sanjungan yang bagus dari pak dosen nya yaa alhamdulilah.

Selanjut nya kmi di suruh pak wahyu mengerjakan soal soal latihan yang ada di diktat dan mempresentasikan di depan kelas.selnjutnya dan sampai akhir perkuliahan hari ini usai kamu pukang ke kos/rumah masing2 .

Sekian refleksi dari saya selamat bertemu di refleksi selanjutnya

REFLEKSI PERTEMUAN KETIGA

Pada minggu ketiga ini saya datang lebih awal , saya bersama teman-teman saya lalu menyiapkan peralatah perkuliahan sesuai sekenario yang sudah di beritahukan jauh-jauh hari .
 Diminggu ke tiga ini saya kembali memperoleh kesempatan untuk nilai bonus  UAS, ahhhhhhh..!!!!!!!! betapa bagagianya. tetap semangat.
Setelah semuanya siap Pak Wahyu Pujiono pun menjelaskan tenteng apa itu setruktur pemilihan saya punmemperhatikan dengan jelas.
Setelah semua materi disampaikan kami disuruh untuk berkumpul dengan kelompoknya masing untuk mengerjakan tugas raptor 3.1-3.5 .
Setelah waktu yang diberikan habis,beliau memriksa setiap laptop ketua kelompok dan ada kelompok yang belum selsai sehingga mereka membeli program kepada kelompok saya.alhamdulillah :))
 Perkuliahan pun berakhir dengan jiwa tetap membara, Ayooo semangat.....!!!!! ^_^ 

Sekian refleksi dari saya selamat bertemu di refleksi minggu selanjutnya ^_~

REFLEKSI PERTEMUAN KEDUA

REFLEKSI MINGGU KEDUA
Saat kuliah minggu ke dua mahasiswa mulai latihan mengetik 100 ketukan/menit .
Menyiapkan blog untuk portofolio : refleksi, dalam seminggu posting min. 3 program dan harus mendaftar di http://tif.uad.ac.id/new_forum .
            Mahasiswa juga harus gabung ke Milis Algoritma pemrograman dan facebook Sharing Alpro.
Dimata kuliah ini mahasiswa dituntut untuk slalu Update ke  e-mail,facebook,milis,dan jejaring social lainnya.
Diminggu kedua ini pada mata kuliah Algoritma Alhamdulilah saya dating tepat waktu dan mendapat kesempatan memperoleh nilai “BONUS” 10% dari nialai UAS, ya  Allah ni awal yang baik untuk saya ^_^. Setelah itu saya mengikuti mata kuliah ini seperti biasa,mengerjakan tugas-tugas yang di berikan dosen dengan penuh semangat walau dalam kelas kadang terasa menegangkn karna Pak Wahyu Pujiyono tapi aku tahu bahwa itu demi kebaikan mahasiswanya tapi asik saat senyum heeeeeeeerrrrrrrrrrr manis hehehehehee….!!!!! ,suka bercanda lagi.
Setelah diberi penjelasan mahasiswa disuruh berkumpul dengan kelompoknya untuk mengerjakan tugas raptor bersama-sama kelompoknya.dan dikarnakan belum selsai beliAu menyuruh untuk di kerjakan dirumah.
Sekian refleksi minggu kedua selamat berjumpa di refleksi selanjutnya:))

REFLEKSI PERTEMUAN PERTAMA



Pada minggu pertama pertemuan algoritma dan pemrograman hanya prekenalan seputar mata kuliah nya dan apa saja yang di pelajari di Mata Kuliah ini.
Pada mata kuliah  ini mempelajari penggunaan simbol flowcharting dan penerapan algoritma dengan menggunakan bahasa C++.
Software pendukung di mata kuliah Algoritma ini adalah :
1.Raptor
2.Jeliot 3
3.C++

Ya di minggu pertama ini masih berisi curhat tetangAlpro itu bagaimana dan cara mengaplikasikannya dalam kehidupan.
Sekian refleksi minggu pertama dan kedua selamat berjumpa di refleksi selanjutnya ^_^

Rabu, 17 April 2013

TUGAS PEMROGRAMAN WEB

TUGAS PEMROGRAMAN WEB

PEMROGRAMAN:

<!DOCTYPE html>
<html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">
<head>
<meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8" />
<title>HAIFANI YUSUF</title>
<meta name="keywords" content="" />
<meta name="description" content="" />
<link href='http://fonts.googleapis.com/css?family=Archivo+Narrow:400,700|Open+Sans:400,600,700' rel='stylesheet' type='text/css'>
<link href="default.css" rel="stylesheet" type="text/css" media="all" />
<!--[if IE 6]>
<link href="default_ie6.css" rel="stylesheet" type="text/css" />
<![endif]-->
</head>
<body>
<div id="wrapper">
    <div id="header-wrapper">
        <div id="header" class="container">
            <div id="logo">
                <h1><a href="#">HAIFANI'Blog</a></h1>
            </div>
            <div id="menu">
                <ul>
                    <li class="active"><a href="#" accesskey="1" title="">Homepage</a></li>
                    <li><a href="#" accesskey="2" title="">Events</a></li>
                    <li><a href="#" accesskey="3" title="">Gallery</a></li>
                    <li><a href="#" accesskey="4" title="">About</a></li>
                    <li><a href="#" accesskey="5" title="">Contact</a></li>
                </ul>
            </div>
        </div>
    </div>
    <div id="banner" class="container"><img src="Tugu-Yogyakarta.jpg" width="1000" height="300" alt="" /></div>
    <div id="page" class="container">
        <div id="content">
            <div id="box1">
                <h2 class="title"><a href="#">Welcome to YOGYAKARTA CITY</a></h2>
                <p>Yogyakarta adalah kota pelajar and kota wisata.Kota jogja merupakan tempat wisata terbagus di INDONESIA..</p>
                <P>Kota jogja memiliki objek wisata antara lain:</p>
                <p>pantai parangtritis,kraton yogyakarta,pantai wonosari/gunung kidul,tugu jogja,borobudur,dan lain-lainnya..</p>
                <p>TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA ... </P>
            </div>
            <div>
                <ul class="style1">
                    <li class="first">
                        <h3><em><img src="candi borobudur2.jpg" alt="" width="130" height="130" class="alignleft border" /></em>BOROBUDUR</h3>
                        <p>In Indonesian, ancient temples are referred to as candi; thus locals refer to "Borobudur Temple" as Candi Borobudur. The term candi also loosely describes ancient structures, for example gates and baths. The origins of the name Borobudur however are unclear,[9] although the original names of most ancient Indonesian temples are no longer known.[9] The name Borobudur was first written in Sir Thomas Raffles' book on Javan history.[10] Raffles wrote about a monument called borobudur, but there are no older documents suggesting the same name.[9] The only old Javanese manuscript that hints at the monument as a holy Buddhist sanctuary is Nagarakretagama, written by Mpu Prapanca in 1365.[11]

The name Bore-Budur, and thus BoroBudur, is thought[by whom?] to have been written by Raffles in English grammar to mean the nearby village of Bore; most candi are named after a nearby village. If it followed Javanese language, the monument should have been named 'BudurBoro'. Raffles also suggested that 'Budur' might correspond to the modern Javanese word Buda ("ancient")—i.e., "ancient Boro".[9] However, another archaeologist suggest the second component of the name (Budur) comes from Javanese term bhudhara (mountain).[12]

The construction and inauguration of a sacred Buddhist building—possibly a reference to Borobudur—was mentioned in two inscriptions, both discovered in Kedu, Temanggung Regency. The Karangtengah inscription, dated 824, mentioned a sacred building named Jinalaya (the realm of those who have conquered worldly desire and reached enlightenment), inaugurated by Pramodhawardhani, daughter of Samaratungga. The Tri Tepusan inscription, dated 842, is mentioned in the sima, the (tax-free) lands awarded by Çrī Kahulunnan (Pramodhawardhani) to ensure the funding and maintenance of a Kamūlān called Bhūmisambhāra.[13] Kamūlān is from the word mula which means 'the place of origin', a sacred building to honor the ancestors, probably those of the Sailendras. Casparis suggested that Bhūmi Sambhāra Bhudhāra, which in Sanskrit means "The mountain of combined virtues of the ten stages of Boddhisattvahood", was the original name of Borobudur.</p>
                        <p><a href="#" class="button-style">Read More</a></p>
                    </li>
                    <li>
                        <h3><em><img src="parangtritis2.jpg" alt="" width="130" height="130" class="alignleft border" /></em>PARANGTRITIS BEACH</h3>
                        <p>Pantai Parangtritis terletak 27 km selatan Kota Jogja dan mudah dicapai dengan transportasi umum yang beroperasi hingga pk 17.00 maupun kendaraan pribadi. Sore menjelang matahari terbenam adalah saat terbaik untuk mengunjungi pantai paling terkenal di Yogyakarta ini. Namun bila Anda tiba lebih cepat, tak ada salahnya untuk naik ke Tebing Gembirawati di belakang pantai ini. Dari sana kita bisa melihat seluruh area Pantai Parangtritis, laut selatan, hingga ke batas cakrawala.

Pssst, YogYES akan memberitahu sebuah rahasia. Belum banyak orang tahu bahwa di sebelah timur tebing ini tersembunyi sebuah reruntuhan candi. Berbeda dengan candi lainnya yang terletak di daerah pegunungan, Candi Gembirawati hanya beberapa ratus meter dari bibir Pantai Parangtritis. Untuk menuju candi ini, kita bisa melewati jalan menanjak dekat Hotel Queen of the South lalu masuk ke jalan setapak ke arah barat sekitar 100 meter. Sayup-sayup gemuruh ombak laut selatan yang ganas bisa terdengar dari candi ini.

Pantai Parangtritis sangat lekat dengan legenda Ratu Kidul. Banyak orang Jawa percaya bahwa Pantai Parangtritis adalah gerbang kerajaan gaib Ratu Kidul yang menguasai laut selatan. Hotel Queen of the South adalah sebuah resort mewah yang diberi nama sesuai legenda ini. Sayangnya resort ini sekarang sudah jarang buka padahal dulu memiliki pemandangan yang sanggup membuat kita menahan nafas.
Sunset yang Romantis di Parangtritis

Ketika matahari sudah condong ke barat dan cuaca cerah, tibalah saatnya untuk bersenang-senang. Meskipun pengunjung dilarang berenang, Pantai Parangtritis tidak kekurangan sarana untuk having fun. Di pinggir pantai ada persewaan ATV (All-terrain Vechile), tarifnya sekitar Rp. 50.000 - 100.000 per setengah jam. Masukkan persneling-nya lalu lepas kopling sambil menarik gas. Brrrrooom, motor segala medan beroda 4 ini akan melesat membawa Anda melintasi gundukan pasir pantai.

Baiklah, ATV mungkin hanya cocok untuk mereka yang berjiwa petualang. Pilihan lain adalah bendi. Menyusuri permukaan pasir yang mulus disapu ombak dengan kereta kuda beroda 2 ini tak kalah menyenangkan. Bendi akan membawa kita ke ujung timur Pantai Parangtritis tempat gugusan karang begitu indah sehingga sering dijadikan spot pemotretan foto pre-wedding. Senja yang remang-remang dan bayangan matahari berwarna keemasan di permukaan air semakin membangkitkan suasana romantis.

Pantai Parangtritis juga menawarkan kegembiraan bagi mereka yang berwisata bersama keluarga. Bermain layang-layang bersama si kecil juga tak kalah menyenangkan. Angin laut yang kencang sangat membantu membuat layang-layang terbang tinggi, bahkan bila Anda belum pernah bermain layang-layang sekalipun.

Masih enggan untuk pulang walau matahari sudah terbenam? Tak lama lagi beberapa penjual jagung bakar akan menggelar tikar di pinggir pantai, kita bisa nongkrong di sana hingga larut malam. Masih juga belum mau pulang? Jangan khawatir, di Pantai Parangtritis tersedia puluhan losmen dan penginapan dengan harga yang terjangkau..</p>
                        <p><a href="#" class="button-style">Read More</a></p>
                    </li>
                    <li>
                        <h3><em><img src="keraton-yogyakarta.jpg" alt="" width="130" height="130" class="alignleft border" /></em>KERATON YOGYAKARTA</h3>
                        <p>After Sultan Agung, the Sultanate of Mataram was declining due to power struggle within the sultanate. To make things worse, VOC (Dutch East India Company) exploited the power struggle to increase its control. At the peak of the conflict, the Mataram Sultanate was split in two based on the Treaty of Giyanti of February 13, 1755: Yogyakarta Sultanate and Surakarta Sunanate.

The Giyanti Treaty mentioned Pangeran Mangkubumi as Sultan of Yogyakarta with the title of Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan Hamengkubuwono Senopati Ingalaga Abdul Rakhman Sayidin Khalifatullah Panatagama (His Majesty, The Sultan-Carrier of the Universe, Chief Warrior, Servant of the Most Gracious, Cleric and Caliph that Safeguards the Religion).

During the era of Dutch occupation there were two principalities, the Yogyakarta Sultanate (Kasultanan Yogyakarta) and the smaller Pakualaman Duchy / Principality (Kadipaten Pakualaman).

The Dutch Colonial Government arranged for the carrying out autonomous self-government, arranged under a political contract. When the Indonesian independence was proclaimed, the rulers, the Sultan of Yogyakarta and Prince of Pakualaman made a declaration they would become part of the Republic of Indonesia. Those two regions were unified to form the Yogyakarta Special Region and the sultan became the Governor of Yogyakarta and the Prince of Pakualaman as the vice-governor; both were responsible to the President of Indonesia. The Special Region of Yogyakarta was created after the independence war ended and legalized on August 3, 1950.

In carrying out the local government administration it considers three principles: decentralization, deconcentration and assistance. The provincial government carries out the responsibilities and authorities of the central government, while on other hand carrying out its autonomous responsibilities and authorities. The Regional Government consists of the Head of the Region and the Legislative Assembly of the Region. Such construction guarantees good cooperation between the Head of Region and the Legislative Assembly of Region in order to achieve a sound regional government administration. The Head of the Special Region of Yogyakarta has got responsibility as the Head of the Territory and titled as a Governor.

The first Governor was the late Hamengkubuwono IX, Sultan of Yogyakarta and continued by HRH. Paku Alam VIII as acting governor until Hamengkubuwono X ascended in 1998. Unlike the other heads of regions in Indonesia, the governor of the Special Region of Yogyakarta has the privilege or special status of not being bound to the period of position nor the requirements and way of appointment. However, in carrying out their duties, they have the same authorizations and responsibilities.</p>
                        <p><a href="#" class="button-style">Read More</a></p>
                    </li>
                </ul>
            </div>
        </div>
        <div id="sidebar">
            <h2>Fusce ultrices</h2>
            <ul class="style3">
                <li class="first">
                    <p class="date">17-04-2013</p>
                    <p><a href="#">Cara untuk menjadi di depan adalah memulai sekarang. Jika memulai sekarang, tahun depan Anda akan tahu banyak hal yang sekarang tidak diketahui, dan Anda tak akan mengetahui masa depan jika Anda menunggu-nunggu. ~ William Feather.</a></p>
                </li>
                <li>
                    <p class="date">18-04-2013</p>
                    <p><a href="#">Orang-orang hebat di bidang apapun bukan baru bekerja karena mereka terinspirasi, namun mereka menjadi terinspirasi karena mereka lebih suka bekerja. Mereka tidak menyia-nyiakan waktu untuk menunggu inspirasi. ~ Ernest Newman.</a></p>
                </li>
                <li>
                    <p class="date">19-04-2013</p>
                    <p><a href="#">Orang-orang yang sukses telah belajar membuat diri mereka melakukan hal yang harus dikerjakan ketika hal itu memang harus dikerjakan, entah mereka menyukainya atau tidak. ~ Aldus Huxley.</a></p>
                </li>
            </ul>
        </div>
    </div>
    <div id="footer">
        <p>Copyright (c) 2013 Sitename.com. All rights reserved. E-MAIL by <a href="http://haifaniyusuf@ymail.com">Haifani</a>. BLOG by <a href="http://haifani12018037.blogspot.com/">Haifani Yusuf</a>.</p>
    </div>
</div>
</body>
</html>

HASIL PEMROGRAMAN: