Haifani Yusuf

UAD // FTI // Teknik Informatika // Islam // Yogyakarta // kepriadian : -suka berorganisasi-olahraga-belajar-sepakbola-makan-minum-basket-bulutangkis-renang-karate-bersepeda-jogging-lari*

Kamis, 05 Juni 2014

MikroTik di VirtualBox





Simulasi Install MikroTik di VirtualBox



Anda ingin belajar RouterOS MikroTik, namun belum cukup untuk membeli lisensi maupun perangkat kerasnya? Jangan khawatir, niat belajar tentu ada banyak cara untuk meraihnya. Pada kesempatan kali ini, saya akan memberikan tutorial instalasi mikrotik (gratis, tanpa memerlukan lisensi) di mesin virtual menggunakan software VirtualBox bisa disebut juga sebagai MikroTik Simulator. Selain itu, akan dijelaskan cara membuat klien di dalam VirtualBox. Sebuah MikroTik tanpa adanya lisensi legal, maka setiap 24 jam MikroTik akan di reset ke awal (default setting) secara otomatis. Namun hal tersebut tidak masalah bagi Anda yang ingin belajar :).
Skenario :
Komputer Anda seolah-olah menjadi server ISP atau sumber penyedia internetnya.
Kemudian membangun sebuah server virtual dengan RouterOS MikroTik di mesin virtual.
Klien juga menggunakan mesin virtual.
Persiapkan Software yang dibutuhkan
  1. VirtualBox | Unduh gratis di https://www.virtualbox.org/wiki/Downloads
  2. RouterOS MikroTik (*.iso) | Unduh gratis (tanpa lisensi) di http://www.routeros.co.id/
    TIPS: Pilih versi yang terbaru atau lainnya, namun saat artikel ini dibuat versi terbarunya adalah 5.14.
  3. Untuk menginstall pada harddisk sendiri (nyata maupun virtual), pilih file MikroTik yang berekstensi *.iso.
    File tersebut dapat di burning dalam bentuk kepingan CD-R dan bisa diinstall pada komputer server nyata Anda.
Langkah Awal
  1. Silahkan instal software VirtualBox seperti software pada umumnya.
  2. Jalankan VirtualBox, kemudian ciptakan mesin virtual baru dengan menekan tombol Baru.
  3. Selanjutnya Anda tinggal klik Next sampai Finish.
Konfigurasi mesin virtual
  1. Klik kanan pada mesin virtual MikroTik, kemudian pilih Setting….
  2. Pada menu System posisikan CD/DVD ROM berada di paling atas pada bagian Boot order. Karena tidak membutuhkan Floppy, maka bisa kita hilangkan centangnya.
  3. Sekarang pindah ke menu Stogare, pilih icon CD, kemudian pilih Choose a virtual CD/DVD disk file….
  4. Cari file mikrotik berkekstensi *.iso atau file mikrotik yang sudah di unduh tadi.
  5. Sekarang pindah lagi ke menu Jaringan. Pada tutorial kali ini saya mencoba membuat 3 buah ethernet yang tertanam di MikroTik dengan alokasi:
    • Adapter 1 : Attached to Bridge (sebagai sumber Internet). Pada bagian name pilih Kartu Jaringan pada komputer nyata Anda.
    • Adapter 2 : Attached to Jaringan Internal (sebagai ethernet untuk disambungkan ke klien virtual).
    • Adapter 3 : Attached to Jaringan Internal (sebagai ethernet untuk proxy external).
      INGAT! Saat memberikan nama pada Jaringan Internal harus sama dengan nama Jaringan Internal klien nanti. Namun setiap Adapter berikan nama yang unik atau berbeda, agar tidak bertabrakkan.

  6. Selanjutnya klik OK untuk menyimpan dan menutup.
Simulasi Install MikroTik dimulai
  1. Silahkan jalankan mesin virtual Mikrotik dengan cara klik kanan kemudian pilih Mulai.
  1. Saat muncul kotak dialog informasi, alangkah baiknya Anda centang bagian Jangan tampilkan pesan ini lagi.
  2. Pilih software yang dibutuhkan dalam MikroTik dengan menekan tombol Space. Namun untuk contoh saya akan menginstall semua software dengan menekan tombol A di keyboard.
  3. Untuk memulai install, tekan tombol I (huruf abjad ke-9) di keyboard.
  4. Tekan tombol Y untuk mengkonfirmasi apakah konfigurasi lama akan di pertahankan.
  5. Selanjutnya MikroTik akan melakukan format data pada harddisk Anda. Jika Anda setuju, silahkan tekan tombol Y.
    INGAT! Hal ini menyebabkan semua data yang ada di dalam harddisk hilang.
  6. Setelah semua selesai di install, silahkan lepas (unmount) file mikrotik .iso dari mesin virtual Anda. Caranya adalah pilih menu Device > CD/DVD Devices > Remove disk from a virtual CD/DVD drive.
  7. Selanjutnya tekan Enter untuk melakukan reboot.
  8. Sampai tahap ini, Anda sudah berhasil menginstall MikroTik dengan baik. Silahkan login awal menggunakan.
    Login : admin dan Password : (kosong)
  9. Nah, setelah login, Anda akan dihadapkan sebuah paragraf yang intinya MikroTik akan di kembalikan ke setting default pada 24 Jam mendatang. Begitu seterusnya sampai kapanpun. Kecuali Anda sudah mempunyai lisensi legal dari MikroTik. INGAT! Didalam virtual Anda tidak perlu membeli lisensinya, karena lisensi hanya berlaku hanya untuk 1 perangkat. Anda akan rugi, jika sebuah virtual Anda pasang lisensi legal, karena hanya untuk simulasi atau belajar.
  10. Tekan Enter untuk mengabaikan.
  11. Selanjutnya, coba Anda cek apakah konfigurasi ethernet sudah terpasang semua.
    INGAT! Name pada interface di bawah ini tidaklah sama halnya pada name konfigurasi Adapter sebelumnya.
  12. Silahkan tambahkan IP Address setiap ethernet.
  13. Selanjutnya uji coba mengakses MikroTik (dalam mesin virtual) melalui komputer nyata Anda.
Uji Coba
Saya melakukan uji coba akses dari Linux Ubuntu (dalam mesin virtual)
  1. Karena pada MikroTik belum di setting DHCP, maka pada jaringan Ubuntu saya konfigurasi manual.
  2. Nah disini lah rahasia agar Jaringan Internal dapat terhubung layaknya membangun Local Area Network (tapi di dalam virtual).
    INGAT! Name pada Jaringan Internal harus sama dengan Jaringan Internal pada adapter mesin virtual MikroTik.
  3. Selanjutnya uji coba melakukan ping ke gateway dan hasilnya adalah:
Selanjutnya Anda dapat menggunakan MikroTik dengan memanfaatkan tutorial yang ada di Google maupun Dokumen Manual MikroTik dan mencoba-coba membuat mesin virtual dengan sistem operasi Windows XP atau Windows 7 sebagai klien jaringan mikrotik Anda.
Semoga artikel kali ini sangat bermanfaat bagi Anda yang ingin belajar MikroTik tanpa membeli lisensi maupun perangkat lainnya.

Selasa, 27 Mei 2014

WEB Server Praktikum 8 (Komunikasi Data dan Jaringan Komputer)

igos@localhost ~ $ su
root@localhost /home/igos # yum install apache mysql-server php
Plugins yang dimuat:priorities
http://repo.informatika.lipi.go.id/x86_64/9/all/repodata/repomd.xml: [Errno 12] Timeout on http://repo.informatika.lipi.go.id/x86_64/9/all/repodata/repomd.xml: (28, 'Connection timed out after 30182 milliseconds')
Mencoba mirror yang lain:
http://ftp.lipi.go.id/ign/x86_64/9/all/repodata/repomd.xml: [Errno 12] Timeout on http://ftp.lipi.go.id/ign/x86_64/9/all/repodata/repomd.xml: (28, 'Connection timed out after 30182 milliseconds')
Mencoba mirror yang lain:
http://repo.igos-nusantara.or.id/x86_64/9/all/repodata/repomd.xml: [Errno 14] curl#7 - "Failed connect to repo.igos-nusantara.or.id:80; Tidak ada rute ke host"
Mencoba mirror yang lain:
ign-all                                                  | 3.1 kB     00:00    
ign-extra                                                | 2.6 kB     00:00    
ign-other                                                | 2.5 kB     00:00    
ign-updates                                              | 3.1 kB     00:00    
ign-utama                                                | 2.5 kB     00:00    
Tidak tersedia paket apache.
Paket MariaDB-server-10.0.10-1.fc19.x86_64 telah ter-instalasi dan memiliki versi terbaru
Paket php-5.5.10-1.fc19.x86_64 telah ter-instalasi dan memiliki versi terbaru
Tidak ada yang bisa dilakukan
root@localhost /home/igos # service httpd start
Redirecting to /bin/systemctl start  httpd.service
root@localhost /home/igos # cd/var/www/html
bash: cd/var/www/html: Tidak ada berkas atau direktori seperti itu
root@localhost /home/igos # cd /var/www/html/
root@localhost /var/www/html # ls
12018036-lila  12018120  12018150  1300018063  1300018076  info.php
root@localhost /var/www/html # mkdir 12018037
root@localhost /var/www/html # cd 12018037
root@localhost /var/www/html/12018037 # touch info.php
root@localhost /var/www/html/12018037 # nano info.php
root@localhost /var/www/html/12018037 # nano info.php
root@localhost /var/www/html/12018037 # ls
info.php
root@localhost /var/www/html/12018037 # mv info.php index.php
root@localhost /var/www/html/12018037 # ls
index.php
root@localhost /var/www/html/12018037 # ls -l
total 4
-rw-r--r-- 1 root root 39 Mei 24 12:48 index.php
root@localhost /var/www/html/12018037 # ls
index.php
root@localhost /var/www/html/12018037 # chmod 444 index.php
root@localhost /var/www/html/12018037 # ls -l
total 4
-r--r--r-- 1 root root 39 Mei 24 12:48 index.php
root@localhost /var/www/html/12018037 # chmod 230
chmod: hilang operand setelah `230'
Try 'chmod --help' for more information.
root@localhost /var/www/html/12018037 # chmod 230 index.php
root@localhost /var/www/html/12018037 # ls -l
total 4
--w--wx--- 1 root root 39 Mei 24 12:48 index.php
root@localhost /var/www/html/12018037 # chmod 444 index.php
root@localhost /var/www/html/12018037 # ^C
root@localhost /var/www/html/12018037 #

Selasa, 08 April 2014

Refleksi pertemuan 6 {Basis Data}

Macam-macam Attribute ERD

Macam-macam attribute ERD :

Simple Attribute dan Composite Attribute
Atribut sederhana/ Simple Attribute adalah atribut yang tidak dapat dibagi-bagi menjadi atribut yang lebih mendasar.
Contoh : atribut harga dari entity barang.

Atribut komposit/ Composite Attribute : atribut yang terdiri dari beberapa atribut yang lebih mendasar.
Contoh : Entity mahasiswa memiliki atribut nama yang terdiri dari nama depan (first name), nama tengah (middle name) dan nama belakang (last name).

Single Valued Attribute dan Multi Valued Attribute
Atribut Berharga Tunggal (Single-valued Attribute) : atribut yang hanya mempunyai satu harga untuk suatu entitas tertentu.
Contoh : atribut umur.

Atribut Berharga Banyak (Multi-valued Attribute) : atribut yang dapat terdiri dari sekumpulan harga untuk suatu entitas tertentu.
Contoh : atribut hobi.

Derived Attribute (Attribut Turunan)
Atribut Derivatif : suatu atribut yang dihasilkan dari atribut lain.
Contoh : atribut umur yang dapat dihasilkan dari atribut tgl_lahir.

Key Attribute (Atribut Kunci)
Satu atau beberapa atribut yang mempunyai nilai unik sehingga dapat digunakan untuk membedakan data pada suatu baris/record dengan baris lain pada suatu entitas.

Macam key attribute:
Superkey
Candidat Key
Primary key

Refleksi pertemuan 5 { Basis data}

Pengertian dari ERD (Entity Relationship Diagram) adalah suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi.
ERD untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data, untuk menggambarkannya digunakan beberapa notasi dan simbol.

Pada dasarnya ada tiga komponen yang digunakan, yaitu :
a. Entiti
Entiti merupakan objek yang mewakili sesuatu yang nyata dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain. Simbol dari entiti ini biasanya digambarkan dengan persegi panjang.
b. Atribut
Setiap entitas pasti mempunyai elemen yang disebut atribut yang berfungsi untuk mendes-kripsikan karakteristik dari entitas tersebut. Isi dari atribut mempunyai sesuatu yang dapat mengidentifikasikan isi elemen satu dengan yang lain. Gambar atribut diwakili oleh simbol elips.
c. Hubungan / Relasi
Hubungan antara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda. Relasi dapat digambarkan sebagai berikut:
Relasi yang terjadi diantara dua himpunan entitas (misalnya A dan B) dalam satu basis data yaitu:
1) Satu ke satu (One to one)
Hubungan relasi satu ke satu yaitu setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B.
2) Satu ke banyak (One to many)
Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi setiap entitas pada entitas B dapat berhubungan dengan satu entitas pada himpunan entitas A.
3) Banyak ke banyak (Many to many)
Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B.



Pengertian dari DFD (Data Flow Diagram) adalah perangkat-perangkat analisis dan perancangan yang terstruktur sehingga memungkinkan peng-analis sistem memahami sistem dan subsistem secara visual sebagai suatu rangkaian aliran data yang saling berkaitan.dibawah ini adalah simbol dari DFD :

Kamis, 27 Maret 2014

Bilangan Prima {Strategi Algoritma}

#include <cstdlib>
#include <iostream>
#include <math.h>

using namespace std;
bool Prima (int x){
     int k, y;
     bool test;
   
     if (x<2){
              return false;
     }else if (x==2){
            return true;
     } else {
            y = ceil(sqrt(x));
            test = true;
            }
   
     while (test && (y>=2)){
           if (x % y == 0){
                 test = false;
           } else {
                  y = y-1;
           }
           }
         
           return test;
           }
int main(int argc, char *argv[])
{
    int x;
    cout<<"masukkan nilai:"<<endl;
    cin>>x;
    cout<<"Prima:"<<Prima(x)<<endl;
  
    system("PAUSE");
    return EXIT_SUCCESS;
}

Jumat, 21 Maret 2014

Tugas Individu-Basis Data



NAMA           : HAIFANI YUSUF
NIM                : 12018037
Abstraksi Data
Salah satu tujuan dari DBMS adalah untuk menyediakan fasilitas/antarmuka (interface) kepada user.untuk itu system tersebut akan menyembunyikan detail tentang bagaimana data disimpan dan dipelihara, sehingga data yang terlihatoleh user sebenarnya berbeda dengan yang tersimpan secara fisik. Abstraksi data merupakan tingkatan-tingkatan pengguna dalam memandang bagaimana sebenarnya data diolah dalam sebuah sistem database sehingga menyerupai kondisi yang sebenarnya dihadapi oleh pengguna sehari-hari.. Sebuah DBMS seringkali menyembunyikan detail tentang bagaimana sebuah data disimpan dan dipelihara (diolah) dalam sebuah sistem database, dengan tujuan untuk memudahkan pengguna dalam menggunakan DBMS tersebut. Karena itu seringkali data yang terlihat oleh pemakai sebelumnya berbeda dengan yang tersimpan secara fisik.

Pengguna basis data
Secara umum dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu :
a.       Database administrator
Orang yang memiliki kewenangan untuk melakukan pengawasan baik data maupun program
Fungsi DBA adalah :
ü  Mendefinisikan pola struktur basis data
ü  Mendefinisikan struktur penyimpanan dan metode akses
ü  Memodifikasi pola dan organisasi fisik
ü  Memberikan kewenangan pada user untuk mengakses data
ü  Menspesifikasikan keharusan integritas data

b.      Database user
Ada 4 pemakai basis data, yaitu :
ü  Programmer aplikasi
Merupakan pembuat program aplikasi
ü  Casual user / Naïve User
Pemakai yang sudah mahir, berinteraksi dengan sistem tanpa menulis program, tapi menggunakan query
ü  End user
Pemakai yang belum mahir, tinggal menjalankan aplikasi yang sudah dibuat oleh programmer aplikasi
ü  Specialized user
Pemakai khusus yang menuliskan aplikasi database tidak dalam kerangka pemrosesan data, namun untuk keperluan khusus seperti CAD, AI, ES, dll

Referential integrity
integritas referensial adalah konsep database yang memastikan bahwa hubungan antara tabel tetap konsisten. Ketika salah satu tabel memiliki kunci asing ke meja lain, konsep integritas referensial menyatakan bahwa Anda tidak dapat menambahkan record ke tabel yang berisi kunci asing kecuali ada catatan terkait dalam tabel.

Cascade update
Cascade Update Related Fields
Setiap perubahan pada primary key, pada tabel utama, maka secara otomatis mengubah nilai pada record-record yang berkesesuaian di dalam tabel yang memiliki relasi dengan tabel Utama    
      
Cascade delete
 Cascade Delete Related Records
Setiap penghapusan record primary key pada tabel utama, maka akan mengakibatkan penghapusan record-record yang berkesesuaian di dalam tabel yang memiliki relasi dengan tabel Utama.




Kamis, 20 Maret 2014

BASIS DATA

 Refleksi : pertemuan 4 (17 maret 2014)

MODEL DATA RELASIONAL

Pengertian Model Data Relasional
Model Relasional merupakan model data yang paling banyak digunakan saat ini. Hal ini disebabkan oleh bentuknya yang sederhana dibandingkan dengan model jaringan/network atau model hirarki. Bentuk yang sederhana ini membuat pekerjaan seorang programmer menjadi lebih mudah, yaitu dalam melakukan berbagai operasi data (query, insert, update, delete, dan lainnya).
Model Data Relasional adalah model basis data yang menggunakan tabel dua dimensi,  yang terdiri dari baris dan kolom untuk menggambarkan sebuah berkas data.
Keuntungan Model Data Relasional
  1. Bentuknya sederhana sehingga mudah dalam penggunaannya.
  1. Mudah melakukan berbagai operasi data (query, update/edit, delete).
Istilah-istilah dalam Model Data Relasional :
Relasi yaitu sebuah tabel yang terdiri dari beberapa kolom dan beberapa baris.
Atribut yaitu kolom pada sebuah relasi.
Tupel yaitu baris pada sebuah relasi.

Domain yaitu kumpulan nilai yang valid untuk satu atau lebih atribut
Derajat yaitu jumlah atribut dalam sebuah relasi (jumlah field)
Cardinality yaitu jumlah tupel dalam sebuah relasi (jumlah record)
Relational Key
Super key
Satu/kumpulan atribut yang secara unik mengidentifikasi sebuah tupel di dalam relasi (satu atau lebih field yang dapat dipilih untuk membedakan antara 1 record dengan record lainnya).
Candidate key
Atribut di dalam relasi yang biasanya mempunyai nilai unik  (super key dengan jumlah field yang paling sedikit)
Primary key
Candidate key yang dipilih untuk mengidentifikasikan tupel secara unik dalam relasi
Alternate key
Candidate key yang tidak dipilih sebagai primary key
Foreign key
Atribut dengan domain yang sama yang menjadi kunci utama pada sebuah relasi tetapi pada relasi lain atribut tersebut hanya sebagai atribut biasa
Relational Integrity Rules
Null
Nilai suatu atribut yang tidak diketahui dan tidak cocok untuk baris (tuple) tersebut
Entity Integrity
Tidak ada satu komponen primary key yang bernilai null.
Referential Integrity
Suatu domain dapat dipakai sebagai kunci primer bila merupakan atribut tunggal pada domain yang bersangkutan.
Bahasa Pada Model data Relasional
Menggunakan bahasa query, yaitu pernyataan yang diajukan untuk mengambil informasi, yang terbagi 2 yaitu :
a. Bahasa Query Formal
Bahasa query yang diterjemahkan dengan menggunakan simbol-simbol matematis.
Terbagi 2, yaitu:
a. Prosedural, yaitu pemakai memberi spesifikasi data apa yang dibutuhkan dan bagaimana cara mendapatkannya.
Misal : Aljabar Relasional , yaitu dimana query diekspresikan dengan cara menerapkan operator tertentu terhadap suatu tabel / relasi.
b. Non Prosedural, yaitu pemakai menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan tanpa menspesifikasikan bagaimana untuk mendapatkannya.
Misal : Kalkulus Relasional, dimana query menjelaskan set tuple yang diinginkan dengan cara menjelaskan predikat tuple yang diharapkan.
Terbagi 2 :
  1. Kalkulus Relasional Tupel
  2. Kalkulus Relasional Domain

b. Bahasa Query Komersial
Bahasa Query yang dirancang sendiri oleh programmer   menjadi suatu program aplikasi agar pemakai lebih mudah menggunakannya (user friendly).
Contoh :
  • QUEL, berbasis bahasa kalkulus relasional
  • QBE, berbasis bahasa kalkulus relasional
  • SQL, berbasis bahasa kalkulus relasional dan  aljabar relasional

Kamis, 13 Maret 2014

BASIS DATA

Refleksi : pertemuan 3 (10 maret 2013)

MODEL DATA RELASIONAL
• Pengertian Basis Data Relasional

Pada model relasional, basis data akan “disebar” atau dipilah-pilah ke dalam berbagai tabel dua dimensi. Setiap tabel selalu terdiri atas lajur mendatar yang disebut baris data (row / record) dan lajur vertikal yang biasa disebut dengan kolom (column / field).

-. Model => Perangkat konseptual untuk menggambarkan data,semantik (makna) data dan batasan dan.

-. Ada 2 Model data:
 1). Berbasis Object => Himpunan data dan relasi yg menjalaskan hubungan logik antar object.
       *. ERD => menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan persepsi bahwa real    world berdiri dari object - object dasar.
       *. Semantik => Relasi dalam nyata.
2). Berbasis Record =>
      *. Relational model
      *. Hyrarchycal model
      *. Network model
-. Model Relasional adalah model basis data yang menggunakan tabel dua dimensi,  yang terdiri dari baris dan kolom untuk menggambarkan sebuah berkas data.

Kamis, 06 Maret 2014

Basis Data


Refleksi : Pertemuan 2 ( 3 Maret 2014)

Pertemuan 2
Suatu objek atau data2 yang diperlukan dalam basis data.Basis data terdiri dari beberapa data-data di dalamnya.Suatu objek di dalamnya terdapat banyak factor yang mendukung objek itu sendiri.
Data-Informasi-Sistem Informasi
-  Data merupakan nilai (value) yang turut mempresentasikan desktipsi dari suatu objek atau kejadian (event).
-  Informasi merupakan hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan.
Sistem adalah beberapa atau sekumpulan yang saling berhubungan satu dengan yang lain sehingga membentuk suatu sistem.User,memori,hardware,software,sistem operasi termasuk komponen sistem basis data.
Komponen Sistem Data :
-  Perangkat keras
-  Sistem operasi
-  Basis data
-  User
-  Perangkat lunak
-  Dll.
DBNS(Data Base Management System)
-  Program computer yang digunakan operasi-operasi yang berkaitan dengan pengolahan data.
-  Program computer yang digunakan untuk memasukkan ,mengubah, menghapus, memanipulasi, dan memperoleh data informasi dengan praktis dan efisien termaksud juga mengatur mekanisme pengamanan data.
Tujuan Manajemen Sistem Basis Data
-  Efisien
-  Menangani data dalam jumlah besar
-  Persistent (kuat/tangguh)
-  Reliable (handal)
-  Informasi di pakai bersama-sama, menjaga konsistensi basis data bila dipakai pada saat yang bersamaan oleh beberapa pengguna (user)
-  Meniadakan duplikasi & inkonsistensi
-  Keamanan

1.       Speed                   : Kecepatan
2.       Efficiency             : Efisien
3.       Accuracy              : Ketepatan
4.       Security                : Keamanan
5.       Sharability           : Disebarluaskan
6.       Avaiability           : Kesetiaan/tetap ada/tetap tersedia